Bahlil Lahadalia: Tiap Tahun Rp 150 T Keluar dari RI untuk Impor Alat Kesehatan

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan impor Indonesia terhadap alat-alat kesehatan di Indonesia masih cukup tinggi. Setiap tahun, kata Bahlil, dana senilai Rp 150 triliun keluar untuk mendatangkan peralatan medis yang belum diproduksi di dalam negeri.

“Jadi di sektor kesehatan ini kita berupaya untuk bagaimana menarik investor. Kita tahu 90 persen alat kesehatan kita impor, bahan baku kita impor, vaksin pun impor,” ujar Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 27 Juli 2021.

Bahlil berujar pemerintah berupaya mendatangkan pemodal di sektor kesehatan untuk memperbesar cakupan industri peralatan medis maupun farmasi di Indonesia. Menurut dia, bila melihat dana yang keluar setiap tahun, pasar Indonesia terhadap industri tersebut sangat besar.

Pada pertengahan Juli lalu, Bahlil berkunjung ke Amerika Serikat untuk meningkatkan capaian realisasi investasi ada 2021. Bahlil mengklaim Amerika berkomitmen menanamkan modal di Indonesia pada kuartal IV 2021.

Bahlil berujar, Indonesia terus membuka akses masuknya modal asing, termasuk untuk sektor kesehatan. Selain Amerika, investor lainnya juga berencana masuk ke Indonesia, seperti Australia dan Korea Selatan pada akhir 2021.

“Kami tidak bisa memberikan data. Tapi ketika kami yakin, ada waktunya disampaikan,” ujar Bahlil.

12 Selanjutnya

Dengan tantangan tersebut, kata Bahlil, perlu strategi untuk mensiasati supaya capaian investasi tak terlampau jeblok. Bahlil berharap pada awal Agustus, angka kasus Covid-19 sudah melandai.

“Kita doakan pandemi berakhir dan kita aktivitas kembali seperti Mei atau Juni saja sudah bagus. Kami berharap (penambahan kasus Covid-19) di sekitar 10 ribu ke bawah lah, biar lebih stabil biar investor bisa akselerasi. Supaya lebih paten barang ini,” kata Bahlil.

Kementerian Investasi mencatat realisasi penanaman modal selama kuartal II 2021 mencapai Rp 223 triliun atau naik 16,2 persen secara year on year. Dari total investasi selama kuartal II, realisasi PMA mencapai 52,4 persen atau Rp 116,8 triliun.

Angka ini naik 4,5 persen dibandingkan dengan kuartal I 2021. Dari latar belakang negaranya, investasi asing terbesar secara berturut-turut berasal dari Singapura, Hong Kong, Belanda, Jepang, dan Cina.

Sedangkan, menurut data yang dipaparkan Bahlil Lahadalia, realisasi penanaman modal dalam negeri atau PMDN pada kuartal II 2021 sebesar 47,6 persen atau Rp 106,2 triliun. Angka ini turun 1,6 persen dibandingkan dengan kuartal I 2021.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Catatan revisi: Artikel ini telah diedit pada Selasa, 27 Juli 2021, pukul 20.10 atas permintaan Kementerian Investasi soal nilai impor alat kesehatan. Judul awal artikel ini “Bahlil Lahadalia: Tiap Tahun Rp 120 T Keluar dari RI untuk Impor Alat Kesehatan” diubah menjadi “Bahlil Lahadalia: Tiap Tahun Rp 150 T Keluar dari RI untuk Impor Alat Kesehatan”. Atas kesalahan tersebut, redaksi meminta maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.