Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Nangka dan Cempedak

TEMPO.CO, Jakarta – Nangka dan cempedak adalah dua buah yang cukup populer di Asia Tenggara, seperti di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Myanmar. Selain kaya manfaat bagi tubuh, kedua buah ini juga banyak dikonsumsi karena rasanya yang dominan manis. Karena kemiripannya, kedua buah ini sukar dibedakan bagi sebagian orang. Agar tidak tertukar dalam membedakan antara nangka dan cempedak, simak perbedaan keduanya di bawah ini!

Bentuk

Secara sekilas, sangat sulit membedakan bentuk di antara keduanya, Hal ini karena antara nangka dan cempedak sama-sama mempunyai lapisan luar yang sedikit runcing. Namun, sebagaimana dikatakan oleh laman says.com, bentuk dari buah cempedak cenderung lebih kecil dibandingkan dengan nangka.

Ukuran buah cempedak biasanya berdiameter 10-15 cm dengan panjang 20-35cm. Sementara nangka memiliki diameter antara 15-50 cm dengan panjang 30-100 cm. Selain itu, apabila diamati secara jelas, nangka memiliki bentuk lonjong beraturan sedangkan cempedak memiliki bentuk lonjong bergelombang di beberapa bagian.

Bentuk dan Rasa Daging Buah

Untuk daging buah, keduanya sama-sama memiliki warna kuning pucat hingga oranye. Hal yang membedakan yakni bentuk kedua buah. Untuk nangka, dagingnya lebih lonjong, padat, kenyal, dan berserat besar. Sementara itu, buah cempedak sedikit lebih manis, harum, dan lembut mirip tekstur durian. Bentuknya juga lebih gemuk sebagaimana dilansir dari laman Singapore Infopedia, eresources.nlb.gov.sg.

Aroma

Wangi buah cempedak lebih menyengat bahkan saat kulit buahnya belum dibuka. Aroma cempedak sekilas mirip dengan aroma durian. Sementara itu, aroma nangka cenderung lebih lembut dan tidak terlalu menyengat.

Olahan

Untuk olahan baik dari buah cempedak maupun nangka sangat beraneka ragam. Sajian khas dari keduanya yakni gorengan. Kedua daging buah bisa dimakan secara langsung. Olahan nangka juga dapat ditemukan sebagai irisan dessert atau dijadikan bahan masakan untuk nangka muda, menjadi gudeg misalkan. Sementara itu, cempedak lebih banyak diolah sebagai campuran olahan kue, seperti kue bolu.

NAOMY A. NUGRAHENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.