Yandex dan UI Gelar Seminar AI, Bahas Masa Depan Digital Indonesia

Seminar komprehensif mengenai kecerdasan buatan (AI) kembali digelar. Kali ini, giliran Universitas Indonesia (UI) yang menggandeng Yandex, perusahaan search engine asal Rusia. Ini merupakan acara kelima dari serangkaian kampanye yang diluncurkan Yandex berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seluruh rangkaian kampanye tersebut membahas lanskap AI di Indonesia, mengeksplorasi praktik terbaik, dan mendiskusikan bagaimana AI dapat membantu mendorong lingkungan digital yang lebih aman.

VP Strategy Yandex Search, Alexander Popovskiy mengatakan, seminar AI merupakan langkah penting menuju masa depan digital Indonesia. Sebab, AI tak hanya berfungsi sebagai alat untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga harus mematuhi standar keselamatan dan etika. "Suatu kehormatan besar bisa hadir di Universitas Indonesia hari ini dan mengikuti seminar yang mengangkat pertanyaan mendasar tentang masa depan AI," kata dia di Gedung FMIPA UI.

Menanggapi itu, Dekan FMIPA UI, Prof Alhadi Bustamam mencatat, ada beberapa masalah yang mungkin terjadi di masa depan, salah satunya potensi penyalahgunaan AI. Dalam materi yang disampaikan, Alhadi mengeksplorasi cara matematika, ilmu data, dan AI dapat membantu mengatasi tantangan dunia nyata. Yandex dan UI Gelar Seminar AI, Bahas Masa Depan Digital Indonesia

STIK Bakal Bahas Peluang AI di Pemerintahan Lewat Seminar Bank Dunia Bahas Masa Depan Ekonomi Indonesia Kominfo Gelar Seminar Digital Bahas Generasi Alpha, Selasa 30 April 2024 di GOR Bulungan Jakarta

IBooming Gelar Coaching Clinic, Bahas Kendala dan Solusi Digital Marketing Kemenkominfo Gelar Seminar Literasi Digital Bertajuk Waspada Rekam Jejak Digital di Internet" Workshop Digital Enquirer: Bagaimana Teknologi Membentuk Masa Depan

Kominfo Gelar Seminar Chip in Literasi Digital Etika Pelajar di Dunia Digital Senin 22 April 2024 Caranya dengan meningkatkan proses pengambilan keputusan, mitigasi risiko, mendeteksi penipuan, dan menganalisis tren untuk perbaikan berkelanjutan. Dalam seminar itu, Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Dr Muhammad Hilman mencoba menerapkan titik temu antara AI dan high performance computing (HPC).

Ini diimplementasikan bersama klub mahasiswa independen di UI. Penelitian dengan HPC mencakup simulasi tingkat lanjut, analisis data, kolaborasi interdisipliner, serta menarik talenta. "Kami bercita cita untuk menjadi yang terdepan, memanfaatkan sepenuhnya infrastruktur dan kemampuan untuk mengelola kumpulan data yang sangat besar dan menstimulasi model kami." "Model model tersebut nantinya dapat digunakan di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan alam dan komputasi," kata Dr Hillman.

Direktur Pengembangan AI Yandex, Alexander Krainov juga mengatakan, pemanfaatan AI di Yandex lekat dengan proses eksperimentasi. Menurutnya, evolusi AI hingga saat diperkenalkannya AlexNet pada 2012 menunjukkan kemampuan jaringan saraf dalam melakukan tugas pengenalan gambar dan model pertama yang dapat menghasilkan gambar, musik, dan teks. Dalam perkembangannya, ada model terbaru seperti DALL E dan ChatGPT yang dapat membuat gambar dari deskripsi tekstual serta terlibat dalam percakapan mirip manusia.

"Bukan sekadar program, mereka adalah bagian dari proses sistematis penemuan, penelitian, dan pengembangan ilmiah. Saat ini, kita melihat semakin banyak inovasi di bidang AI yang membentuk dunia dengan cara yang baru kita pahami," ujar Krainov. Di kesempatan tersebut, tim proyek RISTEK UI yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yaitu Oey Joshua, Bryan T, dan Nyoo Steven memiliki inovasi AI untuk industri hukum. Tim tersebut mengusulkan sebuah alat yang akan membantu pembuat kebijakan dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menyederhanakan proses peringkasan generatif, pengambilan undang undang, pemrosesan dokumen, dan kelengkapan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *